Tentang Kami

Sejarah HMT PWK UGM “Pramukya Arcapada”

HMTPWK UGM – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota UGM lahir dari perjuangan secara militan berdasar inisiasi mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota UGM pada tahun 2003. Pada awalnya Prodi PWK yang tergabung di dalam Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan memiliki keluarga mahasiswa yang bernama KMAP Whismakarman yang diurus secara bersama-sama oleh Mahasiswa Prodi PWK dan Arsitektur UGM.

Seiring waktu berjalan sejak tahun 2003, mahasiwa PWK UGM semakin bertambah dari tahun ke tahun, sehingga pada tahun 2008 keinginan untuk memiliki himpunan sendiri yang bisa berpijak diatas prinsip-prinsip ke-PWK-an begitu ingin terealisasikan

Angin mulai berhembus menyejukan di awal tahun 2009, dengan melihat kebutuhan yang sangat mendesak adanya himpunan PWK untuk menyalurkan  minat dan aspirasi tentang ke-PWK-an, serta diniati dengan niat yang lurus dan bersih, keinginan Mahasiswa PWK untuk memiliki himpunan yang sendiri mendapat apresiasi positif dari pihak jurusan melalui sikap secara nyata oleh PPJ 3 bidang kemahasiswaan dan alumni JUTAP UGM, KaProdi PWK UGM, dan Ka. Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan.

Sejak saat itu mulai sering dilakukan rapat koordinasi secara intensif yang dilakukan oleh Mahasiswa PWK angkatan 2004, 2006, 2007, dan 2008. Rapat koordinasi tersebut ditujukan untuk menyambut pertemuan besar yang dihadiri Mahasiswa PWK dan Arsitektur yang sekaligus diayomi oleh dosen untuk mengetahui keinginan Mahasiswa PWK yang ingin memiliki himpunan sendiri. Usulan pembentukan tim adhoc ini digagas oleh Pak Sudaryono (Ka.Prodi PWK) yang mengatas namakan dirinya sebagai kakak angkatan yang turut peduli terhadap keberlangsungan kegiatan kemahasiswaan di JUTAP UGM (saat ini DTAP).

Hasil rapat panitia adhoc memutuskan bahwa keinginan mahasiswa PWK untuk memiliki himpunan sendiri diluluskan, sejak saat itu secara tidak langsung berakhir pula generasi KMAP Whismakarman dan menjadi KMTA Whismakarman.

Setelah keputusan yang menggembirakan dari tim adhoc tersebut, segeralah dibentuk tim persiapan pembentukan himpunan PWK. Tim ini berhasil membentuk draft kasar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga himpunan PWK. Tim ini juga berfungsi mewujudkan kongres pertama himpunan PWK, yang berarti terwujudnya himpunan Mahasiswa PWK yang berdaulat sendiri sedang menuju pintu gerbang kemerdekaanya.

Pada tanggal 26 April 2009, hari Sabtu, sekitar pukul 9 pagi, Kongres pembentukan himpunan mahasiswa PWK dimulai. Kongres ini sendiri dihadiri 30 peserta wajib yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2006, 2007, dan 2008 dan sekitar 8 orang peserta tamu yang berasal dari angkatan 2003 hingga 2005. Kongres sendiri berjalan cukup alot, hingga baru bisa diselesaikan pada hari ke-4 kongres pada tanggal 2 Mei 2009. Kongres ini menghasilkan AD/ART Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Gadjah Mada.

Pada tanggal 2 Mei 2009 inilah secara resmi HMT PWK UGM terbentuk.

Pada tanggal 7 Mei 2009, pukul 17:26, bertempat di K4 JUTAP UGM, dilantiklah Singgih Pintoko (PWK 2007) sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMT PWK) yang pertama, melalui mekanisme pemilihan secara aklamasi yang telah disepakati karena tidak adanya calon ketua lainnya sebagai kompetitor. Selama 1 bulan selanjutnya merupakan pengisian jabatan-jabatan penting, sehingga lengkap sudah struktur dan formasi HMTPWK UGM dimulai dari:

Ketua Himpunan

Sekretaris Umum

(saat ini Sekretaris Jendral)

Sekertaris

Bendahara 1 dan 2

Divisi Pendidikan, Penelitian, dan Profesi

Divisi Hubungan Masyarakat

Divisi Kaderisasi dan Sumber Daya Manusia

Divisi Kewirausahaan

Divisi Pengabdian Masyarakat

Divisi Kreasi dan Seni, KaDiv Olahraga

(saat ini Divisi Minat dan Bakat)

Divisi Rumah Tangga.

(saat ini terdapat Divisi Media dan Informasi)

Setelah terpenuhinya susunan kepengurusan HMTPWK, sang ketua Singgih Pintoko meminta saran untuk nama HMTPWK kepada Pak Sudaryono selaku KaProdi PWK UGM, beliau memberikan 3 usulan nama yaitu Noto Negoro, Patok Negoro, dan Toto Negoro. Dari ketiga nama tersebut diambil kesepakatan sementara sebagai nama HMT PWK adalah Noto Negoro. Namun ada arus yang menghendaki nama himpunan selain yang diberikan oleh Pak Sudaryono atas pertimbangan berbagai hal, maka atas dasar itu, Singgih Pintoko menginisiasi terbentuknya Tim Khusus Pencaraian Nama dan Logo HMTPWK.

Pada tanggal 14 Agustus 2009, setelah dipilih dari 22 pilihan nama baru dan 3 nama usulan Pak Sudaryono, telah disepakati nama HMTPWK UGM adalah Pramukya Arcapada yang artinya secara bahasa adalah pemimpin dunia, sedangkan maksud dari nama tersebut adalah himpunan sebagai wadah mahasiswa untuk melatih dan menempa dirinya menjadi pemimpin di dunia, Sehingga sejak saat itulah warna cokelat menjadi identitas mahasiswa PWK UGM dan diperkenalkanlah kepada warga UGM dan Indonesia bahwa jiwa-jiwa pemimpin dunia kan lahir dari mahasiswa PWK UGM

Sudah 7 tahun HMTPWK UGM berdiri, dapat dibilang masih muda untuk sebuah organisasi kemahasiswaan di tingkat kampus negeri tertua se Indonesia. Namun tak dianggap remeh, sepak terjang yang sangat dinamis dan dialektika akan perubahan dan perbaikan setiap tahunnya selalu digencarkan. Estafet perjuangan pemimpin-pemimpin dunia kian kedepan kian berkembang, Himpunan selalu aktif dalam memprovide kebutuhan-kebutuhan mahasiswa PWK UGM. Salah satunya dalam segi kekeluargaan, dimana Himpunan menjadi landasan/base awal untuk mahasiswa PWK UGM baik anggota maupun pengurus dari berbagai angkatan agar dapat merekatkan dan membuat ikatan persaudaraan kuat serta sustain, selain itu HMTPWK UGM menjadi ruang untuk menguatkan bidang keilmuan dan keprofesian seorang Perencana sehingga harapannya jati diri dan identitas Perencana Wilayah dan Kota UGM dapat difahami, dijiwai dan diaplikasikan kedepan baik di dalam kehidupan masyarakat maupun lingkungan sekitarnya.

HMTPWK UGM

Coklat Korsa Kami, Membumi Jiwa Kami

Pramukya Arcapada

Pemimpin Dunia!